Kamis, 17 Maret 2011

5 hari

adegan 1
setting: tempat tidur, malam
kostum:  baju orang sakit
musik:

narator: di suatu malam, Liora sendirian di kamarnya sambil memegang buku hariannya. dibukanya lembar pertama buku kecil itu. teringat kembali memori indah dalam otaknya. seperti rol film yang diputar balik. flashback.

diary: kehidupanku sepertinya sangat sempurna. aku punya Jingga dan Tama, sahabat yang sangat baik padaku. dan Titan, seseorang yang sangat berarti di kehidupanku. tapi seperti cerita hidup yang lainnya, selalu ada pengganggu yang mengusik kehidupan kami. aku tidak tahu apa alasan mereka mengganggu kami. apa karena iri, atau karena faktor apalah, aku tidak mengerti apa yang mereka inginkan.

*tutup seperempat tirai*

adegan 2
setting: kursi taman, siang
kostum: baju seragam
musik:

narator: Liora duduk di kursi taman sekolah, sendirian menunggu Titan. teman-teman lain yang melewati Liora menyapanya seperti biasa. Liora memang orang supel, dia mempunyai banyak teman.

Tama: hey Ra, dicariin kemana-mana ternyata kamu disini.
Liora: hey Tama, Jingga! hehe biasa, aku lagi nungguin Titan nih. kemana ya dia?
Jingga: gata tuh, main basket sendiri kali di lapang.
Liora: yaaah, percuma dong aku nunggu disini daritadi. tadi malem dia bilang mau bareng hari ini.
Tama: namanya juga Titan.

*Arina CS: mission impossible*

Arina: hey liat deh si supel!
Atha: supel?
Agneta: iya, si supeluarbiasa itu loh!
Tama: kalian ngomong apa?
Agneta: supeluarbiasa
Jingga: maksud kalian apa?
Arina: apaan sih? emangnya kita ngomong sama kalian ya?
Liora: udahlah, gak usah mikirin manusia kayak mereka.
Tama: iya, lagian mereka gapantes jadi manusia
Agneta: anda bilang apa?

*project pop*

blablabla
 Jingga: ape lo?
Arina: ape lo?
Tama: ape ?
Arina: lo kalo mencak mencak mencak kayak kocak
Jingga: lo kalo mencak mencak mencak kayak cicak
Arina: maca gitu aja kamu kok bolokokok
Tama: kamu yang gitu aja jadi bolokokok
Arina: napa mesti nyolot melotot nyenyenyenye eh biasa aja dong gausah pake otot
Jingga: napa mesti nyolot melotot nyenyenyenye eh biasa aja dong gausah pake otot
Liora: maramaramara,ara itu gak perlu udahan marahnya cepetan dong cepetan

Liora: udah yuk ah, gak penting berurusan sama mereka.
Arina: hahahaha kalah ngomong mereka.
*tos*
Agneta: cabut yuk ah.

diary: Titan. seperti namanya, Titan adalah satelit dari Planet Saturnus. dan disini, akulah Saturnusnya. seperti satelit Titan melengkapi Saturnus. Titan melengkapi kehidupanku.

adegan 3
setting: sepeda. siang
kostum: baju seragam
musik:

narator: di suatu hari, Titan tengah menemani Liora pulang. sebagai ganti kemarin dia tidak menepati janjinya, Titan memberi tumpangan gratis untuk Liora.

*di sepeda*
Titan: Ra. surga bocor ya?
Liora: hah bocor? kok kamu tau? kamu tukang benerin atapnya surga? kok gak bilang kamu punya profesi lain?
Titan: ah becanda aja kamu. ya bocor, soalnya bidadarinya ada turun.
Liora: mana?
Titan: salah satunya kamu.
*orang-orang yang liat: cieeeeeeeeeeeee*
Arina: hey Tan, mau pulang ya? ih, ada makhluk apa itu di boncengan sepeda kamu?
Agneta; iya, aduuuh ngerusak pemandangan banget.
Titan: Ra. kayak ada yang ngomong ya?
Liora: gatau, aku gak denger.
Titan: wah horor. kayaknya neraka juga bocor nih, cabut yuk ah!
*pergi*
Arina: kurang ajar si Liora! makin sini makin banyak aja tingkahnya.
Atha: iya, masa kamu dibilang makhluk neraka Rin?!
Arina: heh kamu juga kurang ajar ya! yang dibilang makhluk neraka tuh kita, bukan aku aja.
Agneta: eeeeewwwhh kalian aja ya, aku nggak.
Arina: ah terserah lah. pokoknya kita harus cari cara buat bikin titan ngejauhin Liora!
*pergi*
Agneta, tha: eeeh tunggu dong Rin!


adegan 4
setting: kursi taman, kamera, sepeda
kostum: seragam
musik:

diary: hhh, aku aneh deh sama Tama. masa mau bilang suka sama cewek aja minta diajarin? dasar sahabatku yang satu itu.

Tama: Ra, ajarin dong!
Liora: ya ampun Tama, kamu tuh ya. emang kamu suka sama siapa sih?
Ta,a: hehe, ada deh. pokoknya ajarin dulu! ntar kamu tau happy ending aja.
Liora: dasar! yaudah sini, aku bisikin.

narator: tanpa mereka sadari, Agneta memperhatikan mereka dan melakukan rencana busuknya.

Agneta: *memotret Tama dan Liora, ketawa sendiri*
Tama: ooh gitu, gampang dong.
Liora: ckckck, yaudah sana!
Tama: oke! *berdiri* *noleh* anterin. *nyengir*
Liora: yeeey, dasar! *berdiri, ngerasa pusing*
Tama: Ra? kamu gapapa?
Liora: *berusaha terlihat sehat* hmm, iya gapapa kok. yuk ah!
*pergi*

*Arina dan Atha datang*
 Agneta: eh Arina, Atha. sini deh aku punya sesuatu!
Arina: apa?
Atha: apaan? apaan? hmmm kayaknya enak nih. kebetulan, aku laper banget.
Agneta: yeeey! bukan bukan makanan, tapi ini! *nunjukin kamera*
Atha: hah? kamera? duuh, kamu tuh kayak ilmuwan kesiangan ya! dari zaman aku masih dalam perut mama itu benda juga udah ada.
Arina: aduh please deh Atha! kamu motong pembicaraan aja! kamu mau nunjukin apa Ta?
Agneta: tadi, si Tama kan lagi bisik-bisikan gitu sama si Liora.
Arina: lha terus?
Agneta: tunggu dulu, trus aku foto mereka berdua. liat deh! *nunjukin foto* kita bisa jadiin ini bahan proyek penjauhan Titan dan Liora kan?
Arina: hhmmm... ide kamu bagus juga.
*Titan lewat pake sepeda*
Agneta: eh, tuh Titan.
Arina: sini, sini! *ngerebut kamera Agneta, menghampiri Titan*
Arina: Tan!
Titan: *berhenti* kamu manggil?
Arina: iya, sini turun dulu deh.
Titan: *turun dari sepeda* apaan?
Arina: liat deh foto ini.
Titan: *kaget*
Arina: aku juga gak nyangka Liora sama Tama sedeket itu. sabar ya.
Titan: maksud kamu apa?
Arina: aku tau kok kamu suka sama Liora. tapi, yaaah kenyataannya kayak gitu gimana lagi?
Titan: *menyeringai* nih! *ngasihin kamera ke Arina, pergi*
*tos*

adegan 5
setting: kursi, siang
kostum: baju seragam
musik:

diary: aku gak ngerti kenapa sikap Titan seperti itu. dia menjauhi aku, Tama dan Jingga. sementara Titan jadi akrab dengan Arina. padahal, dulu Titan sama sekali tidak menyukai Arina. ditambah lagi, hari ini gak tau kenapa badan aku lemes banget. aku sampai menyusahkan Tama dan jingga.


*duduk di kursi taman*
Liora: Titan kok gak keliatan ya?
Jingga: gatau tuh si Titan emang hobinya ngilang kali ya.
Tama: iya, kerjaannya ngilang mulu.
*Arina, Titan, Atha, Agneta lewat*
Liora: eh, tuh Titan! *berdiri*
Jingga: eh iya *berdiri* tapi kok...
Tama: *berdiri*
Liora: Titan!
Titan: *pura-pura gak liat dan gak denger. ngobrol sama Arina, bermaksud manas-manasin Liora*
Atha, Agneta: *ngelirik Liora sambil senyum ngejek*
Liora: *wajah bingung dan kecewa* Titan kok jadi gitu?
Jingga: iya, kenapa ya?
Tama: aku juga bingung. jadi tambah kompleks deh pikiranku tentang Titan. udah hobinya ngilang, suka menjauhi teman lama lagi, seperti sekarang ini. ckckck
Liora: *ngerasa pusing, pingsan*
Jingga: Ra!
Tama: loh Liora! Ra, hey kamu kenapa?
Jingga: ya ampun, kita bawa ke rumah sakit aja!

*tutup tirai*

adegan 6
setting: tempat tidur, siang
kostum: baju seragam, baju biasa, jas uks, jas jurnal
musik:

ibu Liora: bagaimana keadaan Liora Dok?
Dokter: hh... sepertinya saya harus jujur. putri anda... terkena kanker hati.
ibu Liora: apa? *lemes, ditopang ayah Liora*
Dokter: kondisinya sudah sangat parah. peralatan medis pun sepertinya tidak akan bisa menyembuhkan putri anda.
ayah Liora: separah itu Dok?
Dokter: *ngangguk*
ayah Liora: baiklah, terimakasih Dokter.
Dokter: *permisi*

Jingga: gimana keadaan Liora tante?
ibu Liora: Liora....Liora.... *pingsan*
Jingga: tante! *menahan ibu Liora, mendudukannya di kursi*
Tama: om?
ayah Liora: *nunduk* Liora terkena kanker hati. keadaannya sudah sangat parah.
Tama, Jingga: *terkejut*
Jingga: *menggenggam tangan Liora* Liora....

*tutup setengah tirai*

adegan 7
setting: kursi, siang
kostum: baju seragam
musik:

narator: Titan sama sekali tidak mengetahui kabar ini. dia masih berfikir akan menjauhi Liora, dia masih salah paham atas kejadian itu. dia tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.

*Arina, Titan, Agneta, Atha duduk di kursi taman*
Tama: *lewat*
Titan: hey Tam!
Tama: *wajah males* apa?
Titan: mana Jingga? sama... Liora? kok sendirian?
Tama: bener kamu mau tau?
Titan: tau apa?
Tama: Tan, kamu kemana aja sih? masa kabar sahabat sendiri gak tau?
Titan: *bingung*
Tama: Liora masuk rumah sakit. dia kena kanker hati. Jingga nemenin Liora, jadi gak bisa masuk sekolah.
Titan: *melongo* a...a...apa?
Tama: *pergi*
Arina: HAH?! LIORA KENA KANKER HATI?!
Agneta: ya ampun tragis banget!
Atha: innalillahiwainnalillahiroji'un..
Arina: heh, si Liora gak mati!
Atha: loh, kalimat itu kan gak cuma buat orang mati. tapi buat yang terkena musibah juga. sakit kan musibah.
Agneta: sok alim kamu.
Titan: BERISIK! *pergi*
Arina: loh Titan!!

Arina: kok si Titan masih peduli sih sama Liora?! gak bisa! kita harus cari cara lain!
Agneta: cara apa lagi Rin? udah lah, Liora lagi sakit parah, masa kamu mau ngeganggu mereka lagi? punya toleransi dikit kek
Arina: diem! pokoknya kamu harus cari cara lain Ta! cara pertama kamu gagal, dan sekarang kamu harus cari cara lain.
Agneta: apa kamu bilang Rin? 'aku harus cari cara lain? rencana aku yang dulu gagal'? gak menghargai usaha orang lain dan malah tambah menyusahkan orang lain. sorry Rin, aku gak bisa! aku cape jadi ajudan kamu! *pergi*
Arina: loh loh, heh dodol! sana aja pergi! aku gak butuh kamu kok! *ngelirik Atha* dan kamu, jangan macem-macem!
Atha: duh sorry Rin, semenjak Titan deket sama kamu. kamu jadi gak nganggep aku sama Atha lagi. dan aku rasa, aku juga gak bisa jadi 'sahabat' kamu lagi.
Arina: nah loh! heh kalian semua! oke sana pergi! aku bisa kok sendiri, aku bisa! bisa! aarrrrgghhh! *nendang kursi*

adegan 8
setting: tempat tidur, biola, malam
kostum: baju orang sakit
musik: air on G string

Jingga: Ra, kamu harus banyak istirahat ya. biar cepet sembuh.
Liora: *senyum*
Jingga: oya, Tama titip pesen, maaf katanya dia gak bisa nemenin kamu malem ini. dia ada tugas osis katanya.
Liora: iya, gapapa kok Jingga
Jingga: mmmhh kamu gak apa-apa ditinggal sendirian? aku harus pulang.
Liora: iya gak apa-apa kok, lagian ada mama sama papa aku.
Jingga: yaudah, aku pulang dulu ya, daaaah
Liora: *senyum, buka diary trus nulis surat*

narator: Liora memainkan tarian penanya diatas kertas yang kosong, menuliskan pesan terakhirnya untuk orang-orang yang dia sayangi.

Liora: *batuk darah, turun tempat tidur, main biola*

*air on G string* 

Liora:  *batuk darah, lemes, meninggal*

*tutup seperempat tirai*
adegan 9
setting: kursi, sepeda, malam
kostum: baju biasa
musik:

narator: di tempat lain, Titan tengah duduk di pinggir jalan ditemani sepeda onthelnya. dia memikirkan semua yang dia ketahui. dia masih bingung. apakah dia hanya salah paham atau apa kepada Liora, sampai dia menjauhi Liora. dan sekarang, Liora sedang sakit, dan dia menjadi orang terakhir yang mengetahuinya. ditengah pikirannya yang rumit, terdengar suara ponselnya berdering.

Titan: *males-malesan* ya hallo?
suara telfon: Titan! cepetan kesini! penting!
Titan: kemana? ini siapa?
suara telfon: ini jingga, cepetan ke rumah Liora sekarang! Liora kritis!
Titan: *menjatuhkan handphone, bergegas naik sepeda*
suara telfon: hallo? Tan? hallo....? *tututut*

narator: Titan berusaha mengayuh sepedanya dengan kencang. hatinya tertekan, pikirannya tidak karuan. hanya satu yang dia tuju, menemui Liora, dan bukan untuk yang terakhir kalinya.

adegan 10
setting: tempat tidur, malam
kostum: baju orang sakit, baju biasa
musik:

*Titan datang sambil ngos-ngosan, kaget dengan pemandangan yang ada*

Jingga: Titan! *meluk Titan* Liora, Tan. Liora...
Tama: kamu terlambat Tan
Titan: *menghampiri Liora yang terbaring, menggenggam tangan Liora* 
Tama: dia nitipin ini *ngasihin surat*
Titan: *baca surat*

ma, pa, makasih ya buat semua yang udah kalian kasih ke Liora. sampai Liora bisa jadi seperti ini. semuanya gak akan berarti tanpa jasa-jasa kalian. maafin Liora kalo Liora selalu menyusahkan kalian.
Jingga, Tama, kalian sahabat aku yang terbaik. kalian gak pernah mengeluh disaat aku sedang bertingkah dan membuat kalian kesal. kalian selalu jadi motivasi aku.
Titan, aku gak tau kenapa sikap kamu jadi berubah seperti ini, aku gak ngerti. tapi, aku gapapa, aku seneng udah bisa kenal dan jadi sahabat kamu. aku cuma pengen bilang, kamu salah satu yang terpenting di hidup aku. terimakasih sudah mewarnai hari-hariku.
orang-orang yang aku sayangi, mungkin disaat kalian membaca surat ini, aku udah gak ada lagi di dunia ini. karena itu, aku menitipkan kenanganku di kehidupan kalian, tolong jangan hapus kenangan itu, simpan saja di memori terdalam otak kalian. jadi, kalian mungkin akan susah mengingatnya kembali dan tidak akan bersedih jika aku tidak ada. aku sayang kalian. maafkan aku.

Liora


*the end*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar